Indonesia tetap berada di peringkat ketiga dalam indeks ekonomi Islam global
Liga335 – Indonesia tetap berada di peringkat ketiga dalam indeks ekonomi Islam global
Berita terkait: KNEKS akan berganti nama menjadi Badan Ekonomi Islam
Jakarta (ANTARA) – Indonesia menempati peringkat ketiga dalam laporan yang dirilis oleh firma riset dan konsultasi DinarStandard, menandai kenaikan yang stabil selama satu dekade terakhir. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia atas keberhasilannya mempertahankan posisi ketiga,” kata Reem El Shafaki, salah satu mitra di DinarStandard, dalam peluncuran global laporan tersebut pada hari Selasa.SGIE 2024–2025 menyoroti tujuh sektor kunci ekonomi Islam global, yaitu makanan halal, keuangan Islam, pariwisata ramah Muslim, mode modest, kosmetik halal, farmasi, serta media dan rekreasi.
Dalam lima tahun pertama setelah indikator ini diperkenalkan, Indonesia berada di peringkat ke-10 dan ke-11.Negara ini naik ke peringkat kelima pada periode 2019–2020, lalu tetap berada di peringkat keempat selama dua periode laporan berturut-turut dari 2020–2022. Dalam laporan 2023–2024 dan laporan terbaru 2024–2025, Indonesia menempati peringkat ketiga.
“Selain (dari th (peringkat ketiga), Indonesia menempati posisi pertama dalam indikator mode sederhana, peringkat kedua dalam pariwisata ramah Muslim, dan peringkat kedua dalam bidang farmasi dan kosmetik,” kata El Shafaki. Indonesia juga menempati peringkat keempat dalam makanan halal, peringkat keenam dalam keuangan syariah, dan peringkat ketujuh dalam bidang media dan rekreasi.Dalam hal investasi, Indonesia telah melampaui semua negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) lainnya dalam jumlah transaksi.
Pada tahun 2023, Indonesia menyelesaikan 40 transaksi senilai US$1,6 miliar, sehingga memantapkan posisinya sebagai pusat investasi ekonomi halal terkemuka. Investasi berskala besar di sektor ekonomi Islam oleh pemerintah Indonesia telah mendorong produksi makanan halal lokal, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat rantai pasokan. ““Pencapaian yang luar biasa, dan saya mengucapkan selamat kepada Anda (pemerintah Indonesia) atas semua upaya yang dilakukan melalui lembaga-lembaga, kebijakan, ekosistem ekonomi yang kuat, dan ekosistem startup yang kuat, sebagaimana terlihat dari hasilnya,” E l Shafaki menambahkan.
Wakil Presiden ke-13 Indonesia, Ma’ruf Amin, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa kemajuan signifikan selama dekade terakhir telah membangkitkan harapan bahwa Indonesia dapat mencapai peringkat teratas pada tahun 2028 atau 2029. “Saya rasa itu bukanlah hal yang sulit (untuk dicapai),” ujarnya.