Indonesia memulai uji coba sistem pendaftaran karbon menjelang peluncuran pada bulan Juli

Indonesia memulai uji coba sistem pendaftaran karbon menjelang peluncuran pada bulan Juli

Indonesia memulai uji coba sistem pendaftaran karbon menjelang peluncuran pada bulan Juli

Taruhan bola – Indonesia memulai uji coba sistem pendaftaran karbon menjelang peluncuran pada bulan Juli
Berita terkait: Indonesia memperketat aturan perdagangan karbon hutan untuk mendorong ekonomi hijau
Berita terkait: Indonesia memperkuat penetapan harga karbon untuk pertanian berkelanjutan
Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengundang para pengembang proyek karbon untuk berpartisipasi dalam uji coba Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang baru dirancang di Indonesia, yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. “SRUK ditargetkan mulai beroperasi pada Juli, sesuai arahan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Oleh karena itu, pengembang proyek yang telah menyiapkan dokumen desain proyek kini dapat melakukan uji coba dengan mengirimkan data ke dalam registri,” katanya.

Hendropriyono menggambarkan uji coba tersebut sebagai hal yang vital untuk mempercepat pembukaan perdagangan karbon Indonesia selama acara Indonesia Carbon Market Outlook 2026 di Jakarta pada Kamis (16 April), menurut pernyataan yang diterima pada Jumat.Ia menekankan bahwa perdagangan karbon sangat penting bagi Indonesia dan kawasan yang lebih luas masyarakat internasional untuk mengatasi hambatan pendanaan yang terkait dengan target pengurangan emisi. “Oleh karena itu, kami membutuhkan partisipasi Anda semua dalam tahap uji coba ini, agar kami dapat mengelola sistem pendaftaran dengan baik setelah diluncurkan,” ujarnya kepada hadirin.

Wakil menteri tersebut menekankan bahwa perdagangan karbon secara luas dianggap sebagai salah satu solusi paling menjanjikan untuk mengatasi kesenjangan pendanaan dalam aksi iklim global. “Pendanaan iklim sangat penting, karena studi menunjukkan bahwa secara global, kita membutuhkan US$8,6 triliun per tahun hingga 2030, dengan angka tersebut diperkirakan akan naik menjadi US$10 triliun. Sementara itu, upaya kolektif kita baru menghasilkan US$1,4 triliun hingga US$1,9 triliun,” katanya.

Meninjau ke dalam negeri, Hendropriyono mengatakan Indonesia terus menghadapi kekurangan pendanaan yang signifikan untuk program-program iklim.””Meskipun kita membutuhkan Rp470 triliun (lebih dari US$27 miliar) dari tahun 2020 hingga 2030, saat ini hanya tersedia Rp76 triliun untuk aksi perubahan iklim,” tambahnya. Hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey memuji d Pemerintah Indonesia atas upaya konkretnya dalam mengembangkan ekosistem perdagangan karbon yang kredibel.

Ia mengatakan bahwa Indonesia dan Inggris telah sepakat untuk bermitra dalam pengembangan pasar karbon menyusul pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer di London pada Januari lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *