Bagaimana Industri Minuman Beralkohol Mendukung Perekonomian Indonesia
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa industri minuman beralkohol berperan dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam pendapatan negara melalui kontribusi cukai dan devisa ekspor. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menyampaikan hal tersebut dalam perayaan Hari Bali Arak ke-6 di Kabupaten Badung pada Kamis, 29 Januari 2026.
Putu Juli menyebutkan bahwa minuman beralkohol dalam negeri menyumbang total Rp8,92 triliun dalam bentuk pajak cukai pada tahun 2025. Selain itu, Rp361 miliar dialokasikan untuk produksi minuman beralkohol impor, sehingga total pendapatan mencapai Rp9,28 triliun. “Jumlah cukai untuk produksi dalam negeri pada tahun 2025 bahkan meningkat sebesar 0,73 persen dibandingkan tahun 2024,” kata Direktur Jenderal Industri Agro.
Dari segi ekspor, komoditas minuman beralkohol juga berkontribusi, dengan nilai ekspor tercatat sebesar US$15,75 juta dari Januari hingga November 2025. “Ekspor terbesar selama periode tersebut.” Iod digunakan untuk minuman beralkohol jenis C.
Salah satunya adalah arak Bali (minuman keras) yang ditujukan untuk Thailand, China, Belanda, dan Uni Emirat Arab,” kata Putu Juli. Kementerian Perindustrian menekankan bahwa angka-angka ini menunjukkan permintaan yang terus meningkat terhadap produk minuman beralkohol dari Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa iklim bisnis di Indonesia mendukung pengembangan basis produksi minuman beralkohol yang berorientasi ekspor.
Putu Juli melihat perkembangan industri minuman beralkohol tidak terpisahkan dari kearifan lokal masing-masing daerah di Indonesia. Selain arak Bali yang terkenal, daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki minuman tradisionalnya sendiri. Sumatera Utara memiliki tuak, Nias memiliki tuo nifaro, Jawa Timur memiliki legen, Nusa Tenggara Timur memiliki sopi, dan Papua memiliki swansrai.
Kementerian Perindustrian mengakui bahwa karakteristik setiap daerah mencerminkan kebijaksanaan lokal yang tak terpisahkan dari upacara tradisional, ritual keagamaan, dan simbol kebersamaan. “Keanekaragaman minuman beralkohol tradisional Indonesia.” Minuman beralkohol mencerminkan kekayaan budaya yang tak ternilai dan warisan lokal, serta menjadi keunggulan yang tidak dimiliki negara lain,” kata Putu Juli.
Selain itu, industri minuman beralkohol Indonesia didukung oleh sumber daya alam yang indah, yang menarik wisatawan. Misalnya, 45 persen dari semua wisatawan asing yang mengunjungi Indonesia pergi ke Bali. Pemerintah melihat ini sebagai peluang bagi produsen arak Bali untuk mempromosikan produk mereka lebih lanjut.
“Ini untuk kebutuhan sektor pariwisata dan sebagai salah satu upaya untuk mendukung visi dan misi ekspor minuman beralkohol ke luar negeri, serta menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi bagi Provinsi Bali,” kata Putu Juli. Kementerian Perindustrian mencatat bahwa industri minuman beralkohol merupakan bagian dari industri makanan dan minuman, dengan produksinya dikendalikan dan diawasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013, dan merupakan sektor usaha tertutup sesuai dengan Peraturan Presiden. n Nomor 49 Tahun 2019.
Melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahun 2019, Kementerian Perindustrian mengawasi dan mengontrol produksi serta kualitas minuman beralkohol. Hal ini memastikan bahwa produk yang diproduksi dan diedarkan di masyarakat memiliki kualitas standar dan aman untuk dikonsumsi.