Indonesia memperkuat respons terhadap penyakit melalui latihan simulasi regional.
Taruhan bola – Deteksi dini dan tanggapan cepat terhadap penyakit yang rentan mewabah tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Koordinasi antara berbagai lembaga pemerintah, rumah sakit, titik masuk, dan laboratorium selama darurat kesehatan tetap kompleks, terutama ketika penyakit dapat menyebar secara internasional dalam hitungan jam. Indonesia berkomitmen untuk menerapkan Peraturan Kesehatan Internasional (2005), yang memberikan panduan kepada Negara Pihak mengenai hak dan kewajiban terkait risiko kesehatan masyarakat.
Peraturan ini mengharuskan pembentukan dan pemeliharaan fungsi Titik Kontak Nasional (NFP). NFP berfungsi sebagai pusat koordinasi yang berkomunikasi dengan NFP lain dan mengelola respons terhadap peristiwa Darurat Kesehatan Masyarakat Berbahaya secara Internasional (PHEIC), bekerja sama dengan sektor-sektor terkait. Pada 3 Desember 2025, Indonesia bersama 30 negara dan wilayah di Wilayah Pasifik Barat WHO berpartisipasi dalam Latihan IHR Crystal.
Partisipasi Indonesia mencerminkan komitmen negara dalam terus terlibat. Kerja sama regional, termasuk Kerangka Aksi Keamanan Kesehatan Asia Pasifik, yang memandu negara-negara dalam membangun sistem keamanan kesehatan yang tangguh. Simulasi ini menguji bagaimana Titik Kontak Nasional akan menangani skenario yang melibatkan penyakit zoonosis yang menyebar dari hewan ke manusia dan kemudian antar manusia.
Peserta berlatih mendeteksi dan memantau sinyal penyakit secara real time, memverifikasi rumor, melakukan penilaian risiko, dan berkomunikasi dengan mitra internasional untuk tanggapan yang cepat.
Selama latihan, Indonesia menunjukkan kemampuannya di bidang-bidang kritis ini. Pejabat Kementerian Kesehatan mengeluarkan pemberitahuan kesiapsiagaan, memberi peringatan kepada pekerja garis depan, dan berkoordinasi dengan bandara, pelabuhan laut, pos perbatasan darat, rumah sakit, fasilitas perawatan primer, dan laboratorium.
Mereka juga berkolaborasi dengan sektor hewan, lingkungan, dan satwa liar. Latihan ini menampilkan koordinasi antara pengawasan dan laboratorium di semua tingkatan, termasuk pengumpulan sampel, pengiriman, dan Pengujian laboratorium, serta koordinasi lintas sektor dalam mengaktifkan rencana tanggap darurat dan mengerahkan tim tanggap cepat. Hal ini juga menekankan pentingnya komunikasi yang efisien dari lapangan ke Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat untuk analisis dan pengambilan keputusan yang cepat.
Indonesia juga menggunakan Situs Informasi Acara, platform internasional untuk berbagi pembaruan di antara NFP IHR mengenai acara potensial PHEIC. Selama latihan, pejabat menjaga komunikasi transparan dengan WHO mengenai peristiwa yang menunjukkan pola tidak biasa, tingkat keparahan, atau risiko penyebaran internasional. Dewi Sartika, Ahli Asisten Administrator Kesehatan di Direktorat Pemantauan dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan, menyatakan, “Latihan komunikasi peristiwa IHR memberikan pelajaran berharga untuk memperkuat koordinasi multisektor.
Komunikasi dan berbagi informasi yang cepat dan terorganisir dengan baik antar sektor tetap esensial untuk deteksi dini dan respons kesehatan masyarakat yang efektif.” Indonesia Tim selama Latihan IHR Crystal. Kredit: Kementerian Kesehatan Bagi Indonesia, meningkatkan kesiapsiagaan terhadap penyakit melindungi baik kesehatan masyarakat maupun stabilitas ekonomi.
Deteksi dan respons yang cepat dapat mencegah wabah kecil menjadi epidemi besar yang mengganggu perdagangan, pariwisata, dan kehidupan sehari-hari. Latihan ini memperkuat pendekatan 7-1-7, yang bertujuan untuk mendeteksi wabah penyakit yang dicurigai dalam tujuh hari, memberitahu otoritas kesehatan masyarakat dalam satu hari, dan menyelesaikan tindakan respons awal dalam tujuh hari.
Pelajaran dari Crystal akan menjadi dasar untuk perbaikan Rencana Aksi Nasional Keamanan Kesehatan Indonesia, termasuk memperbarui basis data kontak dan memperluas keterlibatan dengan sektor-sektor terkait dalam kegiatan kesiapsiagaan di masa depan.
Ditulis oleh Dr.