Thomas Djiwandono Terpilih sebagai Wakil Gubernur Bank Indonesia
Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan, sebagai Wakil Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026-2031. Keputusan ini disahkan dalam sidang pleno ke-12 DPR, yang dihadiri oleh 339 dari 580 anggota parlemen.
Sebelum persetujuan, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, yang bertindak sebagai ketua sidang, mengundang Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun untuk memaparkan hasil uji kelayakan calon. Dalam paparannya, Misbakhun menjelaskan struktur tata kelola Bank Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999, yang kemudian diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Berdasarkan undang-undang tersebut, Misbakhun mencatat bahwa Bank Indonesia dipimpin oleh seorang gubernur dan wakil gubernur.
Misbakhun menyatakan bahwa wakil gubernur merupakan bagian integral dari kepemimpinan puncak bank sentral dan memegang posisi strategis sebagai anggota Dewan Gubernur. Lega Menurut Misbakhun, Dewan Gubernur adalah badan kolektif yang bertanggung jawab atas semua tugas dan wewenang Bank Indonesia. Oleh karena itu, wakil gubernur secara langsung terlibat dalam pembahasan dan penetapan kebijakan bank sentral.
Misbakhun melanjutkan dengan menyebutkan bahwa Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 mewajibkan gubernur, wakil gubernur senior, dan wakil gubernur diajukan oleh presiden dan disetujui oleh DPR. Setelah pertemuan konsultasi pada 19 Januari 2026, disepakati bahwa uji kelayakan akan diserahkan kepada Komisi XI. Misbakhun menyebutkan bahwa pertemuan internal Komisi XI pada 20 Januari 2026 mencapai kesepakatan untuk melakukan uji kelayakan terhadap calon.
Pada Senin, 26 Januari 2026, melalui konsensus, Misbakhun mengatakan bahwa anggota Komisi XI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Wakil Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk periode 2026-2031. Ia kemudian meminta peserta sidang pleno untuk memberikan persetujuan dan melaporkan kepada Saan. Mustopa.
Wakil Ketua Saan Mustopa kemudian meminta persetujuan akhir dari para peserta. “Yang terhormat para anggota dewan, apakah kami dapat meminta persetujuan atas laporan dari Komisi XI mengenai hasil uji kelayakan calon Wakil Gubernur Bank Indonesia?” tanya Saan kepada para peserta di Gedung Nusantara II.
“Setuju,” jawab para peserta. Dengan konfirmasi ini, Thomas Djiwandono secara resmi menjabat posisi yang sebelumnya dijabat oleh Juda Agung. Selain mengonfirmasi Thomas Djiwandono, sidang pleno juga mengesahkan beberapa penunjukan lainnya, termasuk Wakil Ketua Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi, sembilan anggota Ombudsman Indonesia untuk periode 2026-2031, dan anggota Badan Zakat Nasional (Baznas).
Thomas Djiwandono, yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto, terpilih setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh Komisi XI. Dua pesaingnya adalah Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Solikin. Juhro, dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Dicky Kartikoyono.
Solikin menjalani ujiannya pada Jumat, 23 Januari 2026. Sementara itu, Dicky mengikuti ujiannya pada Senin pagi, 26 Januari 2026, disusul oleh Thomas Djiwandono pada siang hari. Nama Thomas Djiwandono diumumkan sebagai Wakil Gubernur baru kurang dari 30 menit setelah ia menyelesaikan wawancara terakhirnya.
Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun menyatakan bahwa rapat internal mencapai keputusan melalui pembahasan dan konsensus. “Ditetapkan bahwa Wakil Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri, adalah Thomas A.M.
Djiwandono,” kata Misbakhun. Ia mengonfirmasi bahwa proses seleksi internal oleh berbagai fraksi berlangsung sekitar 30 menit. Menurut Misbakhun, semua anggota menerima keputusan tersebut tanpa keberatan.
Selain itu, ia menjelaskan alasan pemilihan mantan Bendahara Umum Partai Gerindra, dengan menyatakan bahwa Djiwandono dapat memperoleh dukungan politik yang luas. “Pertimbangan utamanya adalah bahwa Bapak Thomas Djiwandono adalah figur yang dapat diterima oleh semua partai politik,” ujarnya. Menurut Misbakhun, anggota fraksi sepakat bahwa Djiwandono adalah pilihan yang tepat untuk Bank Indonesia.
Ia juga menepis kekhawatiran terkait potensi ancaman terhadap kemandirian bank sentral, mengingat hubungan calon tersebut dengan presiden. “Dia sangat profesional dalam menjelaskan bagaimana kebijakan dibentuk dalam suatu proses,” katanya. “Menurut saya, masalah itu bisa diabaikan.
Ada profesionalisme,” tambahnya. Siapa Thomas Djiwandono Thomas Djiwandono, yang lebih dikenal sebagai Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Dia adalah anak sulung dari Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.
Soedradjad adalah mantan Gubernur Bank Indonesia, sementara ibunya, Bianti, adalah saudara perempuan Prabowo Subianto. Thomas lulus dari Haverford College di Pennsylvania, AS. Dia juga memiliki gelar master dalam Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Sekolah Pascasarjana Studi Internasional Lanjutan Universitas Hopkins di Washington.
Thomas memulai karirnya sebagai jurnalis magang di majalah Tempo pada tahun 1993. Tahun berikutnya, ia bergabung dengan Indonesia Business Weekly. Selain itu, Tommy pernah menjabat sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities di Hong Kong.
Pada tahun 2006, ia ditunjuk sebagai Wakil CEO Grup Arsari, sebuah perusahaan agribisnis yang dimiliki oleh pamannya, Hashim Djojohadikusumo. Thomas kemudian menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra dan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024. Ilona Estherina turut berkontribusi dalam laporan ini.