Pemimpin Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian keamanan baru untuk memperkuat hubungan yang lebih erat.

Pemimpin Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian keamanan baru untuk memperkuat hubungan yang lebih erat.

Pemimpin Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian keamanan baru untuk memperkuat hubungan yang lebih erat.

Liga335 – Pemimpin Indonesia dan Australia telah menandatangani perjanjian keamanan yang menurut kedua pemerintah akan mempererat hubungan antara kedua negara tetangga yang sering kali berselisih. Perjanjian tersebut.
Pemimpin Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian keamanan bilateral pada Jumat, yang menurut kedua pemerintah akan memperkuat hubungan antara kedua negara tetangga yang sering kali berselisih.

Perjanjian tersebut ditandatangani di ibu kota Indonesia, Jakarta, tiga bulan setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan di Sydney bahwa negosiasi mengenai perjanjian tersebut telah selesai secara substansial, menyoroti ambisi mereka untuk memanfaatkan lebih baik perjanjian keamanan yang ditandatangani pada tahun 1995 dan 2006.
Albanese menyambut baik penandatanganan perjanjian ini sebagai perpanjangan signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan yang sudah ada. Teks perjanjian tersebut belum dirilis.

“Ini menunjukkan kekuatan kemitraan kita dan kedalaman kepercayaan kita,” kata Albanese dalam konferensi pers bersama Prabowo di Istana Merdeka. “Perjanjian ini menandakan bahwa Au Hubungan Australia dan Indonesia saat ini lebih kuat dari sebelumnya.” Albanese tiba di Jakarta pada Kamis malam untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari, yang merupakan kunjungan resmi kelimanya ke ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Kantornya menggambarkan kunjungan ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperluas kerja sama di luar bidang keamanan ke bidang perdagangan, investasi, pendidikan, dan pembangunan. Ia didampingi oleh Menteri Luar Negeri Penny Wong, yang menggambarkan perjanjian tersebut sebagai langkah paling penting dalam kemitraan bilateral selama tiga dekade.
Prabowo menyebut Australia sebagai “salah satu tetangga terdekat Indonesia dan mitra strategis,” mengatakan perjanjian tersebut “merefleksikan tekad bersama kami untuk bekerja sama erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing dan memberikan kontribusi konkret bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.


“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan, dan kami memilih untuk membangun hubungan ini berdasarkan kepercayaan mutual dan itikad baik,” kata Prabowo, “Kami yakin perjanjian ini akan menjadi pilar utama bagi stabilitas dan kerja sama.” “di wilayah kami.” Albanese mengatakan bahwa perdamaian dan stabilitas regional terbaik dicapai dengan “beraksi bersama,” dan mengumumkan inisiatif keamanan baru, termasuk menempatkan perwira senior Indonesia di Angkatan Bersenjata Australia, mendukung fasilitas latihan pertahanan bersama, dan memperluas pertukaran pendidikan militer.

Analis mengatakan perjanjian ini semakin penting bagi Australia sementara ketegangan dengan China di kawasan ini meningkat. Namun, mereka mengatakan perjanjian ini kemungkinan akan meniru unsur-unsur perjanjian keamanan 1995 yang ditandatangani oleh mantan Perdana Menteri Paul Keating dan mantan pemimpin otoriter Indonesia Suharto, ayah mertua Prabowo.
Perjanjian tersebut mengikat kedua negara untuk berkonsultasi mengenai isu-isu keamanan dan merespons tantangan yang merugikan.

Namun, Indonesia mengakhiri perjanjian tersebut pada 1999 setelah Australia memimpin misi pemeliharaan perdamaian ke Timor Timur. Kedua negara kemudian memperkuat hubungan keamanan melalui Perjanjian Lombok 2006, yang diperluas pada 2014. Susannah Patton dari Lowy Institute, sebuah lembaga think tank berbasis di Sydney, Pusat pemikiran kebijakan internasional tersebut mengatakan bahwa perjanjian baru ini lebih berfokus pada komitmen politik daripada kewajiban konkret.

Ia menggambarkannya sebagai “perjanjian simbolis,” sambil mencatat bahwa perjanjian kerja sama pertahanan terpisah tahun 2024 lebih berfokus pada kolaborasi militer praktis.
Patton mengatakan perjanjian ini berada di bawah aliansi Australia dengan Amerika Serikat dan perjanjian keamanan dengan Papua Nugini, dan tidak mungkin menjelaskan apakah Indonesia akan membela Australia dalam konflik regional. “Jadi ini sama sekali bukan perjanjian pertahanan bersama karena menurut saya hal itu tidak akan diterima secara politik oleh Indonesia sebagai negara non-blok,” kata Patton.

Meskipun demikian, ia memuji perjanjian tersebut sebagai kesuksesan besar bagi Albanese, karena tidak banyak orang yang memprediksi perjanjian semacam ini mungkin terwujud dengan Indonesia sebagai negara non-blok dengan “perbedaan yang sangat besar antara cara Australia dan Indonesia memandang dunia.” Ia mengatakan bahwa Australia memiliki sangat m Negara-negara di Asia Tenggara telah memanfaatkan fakta bahwa negara tersebut kini dipimpin oleh Prabowo, seorang presiden yang jauh lebih bersedia untuk melanggar tradisi kebijakan luar negeri Indonesia dan menandatangani kesepakatan yang dipimpin oleh pemimpin. Meskipun Indonesia sering disebut sebagai salah satu tetangga terpenting Australia, hubungan antara kedua negara telah mengalami ketegangan berkala.

Perselisihan masa lalu termasuk tuduhan penyadapan intelijen Australia yang melibatkan mantan presiden Indonesia, eksekusi penyelundup narkoba Australia, dan ketegangan terkait penyelundupan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *