Menteri Keuangan Indonesia Rencanakan Perombakan Besar-Besaran Pejabat Bea Cukai

Menteri Keuangan Indonesia Rencanakan Perombakan Besar-Besaran Pejabat Bea Cukai

Menteri Keuangan Indonesia Rencanakan Perombakan Besar-Besaran Pejabat Bea Cukai

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan perombakan besar-besaran terhadap pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dengan hanya Direktur Jenderal yang dipertahankan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja lembaga tersebut dan mencegah kebocoran pendapatan negara.

Berbicara di Forum Fiskal Indonesia di Jakarta pada 27 Januari 2026, Purbaya mengatakan ia akan mengganti sebagian besar pejabat di lembaga tersebut, dengan beberapa di antaranya diberhentikan sementara dan yang lain dipindahkan ke posisi baru. Ia menggambarkan perubahan ini sebagai “kejutan drastis” yang bertujuan untuk memberikan pesan yang jelas kepada staf agar bekerja lebih keras dan efisien.
“Bea Cukai memiliki pegawai yang berbakat, tetapi mereka membutuhkan dorongan untuk meningkatkan kinerja,” kata Purbaya, menjelaskan bahwa perombakan ini bertujuan untuk memotivasi tenaga kerja.

Perombakan ini akan mencakup penggantian pejabat di lima pelabuhan utama, titik kunci dalam sistem perdagangan Indonesia, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat operasi Bea Cukai. Purbaya sebelumnya telah memperingatkan bahwa kinerja lembaga tersebut. citra publik yang buruk dapat membahayakan keberadaannya dan berisiko ditangguhkan.

Ia mengatakan bahwa jika kinerja tidak membaik, tanggung jawab dapat sementara diserahkan kepada Societe Generale de Surveillance (SGS), seperti yang terjadi pada era Orde Baru Indonesia. “Karena ancaman ini serius, jika Bea Cukai dan Pajak tidak dapat membaik dan ketidakpuasan publik terus berlanjut, lembaga tersebut dapat ditangguhkan dan digantikan oleh SGS,” katanya pada November 2025.
Menteri juga memaparkan rencana untuk memodernisasi operasi Bea Cukai menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) di stasiun-stasiun kunci.

Teknologi ini dimaksudkan untuk mendeteksi under-invoicing dan ketidakberesan lainnya dengan lebih cepat, membantu melindungi pendapatan negara Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *