Membentuk Karakter Gaya Hidup Berkelanjutan: Pengalaman Mahasiswa Universitas IPB yang Berpartisipasi dalam Perjalanan Ekologi 30 Hari
Liga335 daftar – Perubahan besar sering kali dimulai dari tindakan kecil. Inilah dasar dari inisiatif Sustainable Solution Champions (SSC). Salah satu implementasinya adalah Eco Journey, sebuah inisiatif yang mendorong mahasiswa untuk membangun kesadaran tentang gaya hidup berkelanjutan melalui tindakan konkret selama 30 hari tanpa henti.
“Kami ingin membangun kekuatan kolektif melalui visi IPB untuk menjadi manusia yang harmonis, selaras satu sama lain, alam, dan Pencipta. Perubahan tidak dapat terjadi tanpa dimulai dari tindakan moral individu,” kata Dr Rina Mardiana, motor penggerak inisiatif ini, selama sesi Evaluasi dan Refleksi SSC.
Dr.
Rina menjelaskan, “Program ini mendorong kita untuk menanam benih kebiasaan berkelanjutan. Fase pertama adalah pembentukan karakter gaya hidup berkelanjutan, dan fase kedua adalah kebiasaan berkelanjutan sukarela, ketika kesadaran berkembang menjadi kebiasaan.” Selama sebulan, peserta melaksanakan empat tindakan utama: Anti-Food Waste, Planet-X, EcoWalk, dan BioDis.
covery. Keempat inisiatif ini berfokus pada perubahan gaya hidup sederhana yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan. Peserta juga melakukan jurnal reflektif harian sebagai bentuk kesadaran diri dan evaluasi diri.
Seorang peserta, Nasywa Aulia Artha, berbagi pengalamannya dalam melaksanakan aksi Anti Pemborosan Makanan. “Setelah menulis jurnal reflektif, saya menyadari bahwa saya telah memboroskan makanan. Dalam 30 hari, total pemborosan makanan saya mencapai sekitar satu setengah kilogram.
Dari situ, saya belajar untuk mengelola konsumsi saya dengan lebih bijak. Bersama kelompok, kami juga membuat kompos dari sisa makanan di kantin kampus,” katanya.
Peserta lain, Wafa, menambahkan bahwa aksi ini membuatnya lebih bersyukur dan peka terhadap lingkungan.
“Dari aksi ini, saya belajar untuk mengambil makanan secukupnya dan mengolah bahan-bahan yang hampir dibuang menjadi hidangan baru. Ini bukan hanya tentang limbah, tetapi juga tentang rasa syukur dan tanggung jawab terhadap sumber daya alam,” ujarnya. Melalui kegiatan refleksi ini, Para ‘Sustainable Solution Champions’ didorong untuk tidak berhenti pada fase awal, tetapi terus meneruskan kebiasaan baik ini sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari mereka.
“Penilaian ini bukan tentang lulus atau gagal, tetapi tentang jujur pada diri sendiri — apakah kita ingin terus berkomitmen pada kebiasaan berkelanjutan. Ini bukan sekadar penilaian teknis, tetapi proses mengkristalkan nilai-nilai dan karakter,” kata Dr Rina.
Tentang Sustainable Solution Champions Program Sustainable Solution Champions (SSC) merupakan bagian dari seri Eco Journey, yang mendorong siswa untuk melakukan tindakan berkelanjutan selama 30 hari.
Melalui empat aksi seperti Anti Food Waste, Planet-X, EcoWalk, dan BioDiscovery, program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial siswa terhadap Bumi.