Komite Olimpiade Internasional (IOC) tidak ingin ada acara olahraga di Indonesia setelah larangan visa bagi atlet Israel.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) tidak ingin ada acara olahraga di Indonesia setelah larangan visa bagi atlet Israel.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) tidak ingin ada acara olahraga di Indonesia setelah larangan visa bagi atlet Israel.

Taruhan bola – Indonesia mengatakan telah melarang atlet senam Israel dari acara global tersebut untuk menjaga “ketertiban dan keamanan publik”. Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mendesak federasi olahraga global untuk tidak menyelenggarakan acara olahraga di Indonesia setelah negara tuan rumah melarang atlet senam Israel dari Kejuaraan Senam Artistik Dunia yang sedang berlangsung di Jakarta, sebuah keputusan yang menurut negara tuan rumah diambil untuk “menjaga ketertiban publik”.
Dewan Eksekutif IOC mengeluarkan pernyataan pada Rabu, menyatakan telah merekomendasikan agar badan-badan olahraga dunia menghentikan penyelenggaraan acara di Indonesia.

Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menolak visa bagi atlet senam Israel awal bulan ini di tengah genosida Israel di Gaza, sehingga mereka tidak dapat berpartisipasi dalam kejuaraan yang dimulai pada Minggu.
Jakarta mengatakan langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Indonesia untuk memutuskan hubungan dengan Israel hingga Israel mengakui kemerdekaan Negara Palestina. Dalam pernyataannya yang tegas, IOC juga mengatakan akan menghentikan semua pembicaraan tentang Setiap upaya Indonesia untuk mengajukan pencalonan tuan rumah Olimpiade hingga pemerintah memberikan jaminan bahwa semua atlet, tanpa memandang kewarganegaraan, akan berhak berkompetisi di sana di masa depan.

Indonesia telah berulang kali menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036, tetapi keputusan IOC hampir mengubur peluangnya untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dalam 11 tahun ke depan. Setelah pernyataan IOC, Menteri Olahraga Erick Thohir mengatakan Indonesia “memahami konsekuensi dari keputusannya”, menambahkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban umum.
“Kami mematuhi prinsip menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik dalam menjadi tuan rumah setiap acara internasional,” tulis Thohir di X.

Ia menambahkan bahwa prinsip tersebut merupakan bagian dari konstitusi Indonesia dan didasarkan pada kewajiban Indonesia untuk menjaga ketertiban dunia. “Kami memahami bahwa keputusan ini memiliki konsekuensi, di mana selama Indonesia tidak dapat menerima kehadiran Israel, IOC telah memutuskan bahwa Indonesia tidak dapat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia, Olimpiade, bahkan “ts, Olimpiade Remaja, dan kegiatan lain di bawah naungan Olimpiade,” kata Thohir. Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan akan mengubah prinsip kualifikasi untuk memastikan akses bagi semua atlet, tanpa memandang kewarganegaraan, dalam setiap acara kualifikasi untuk Olimpiade.

IOC memerintahkan Komite Olimpiade Indonesia dan Federasi Senam Internasional (FIG) untuk menghadiri pertemuan di markas besar IOC di Lausanne, Swiss, untuk membahas hal tersebut. IOC tidak memberikan tanggal untuk pertemuan tersebut.
Minggu lalu, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding Federasi Senam Israel untuk diizinkan berkompetisi di kejuaraan tersebut.

CAS juga menolak permintaan Israel untuk memaksa FIG menjamin partisipasi Israel, atau sebagai alternatif, membatalkan atau memindahkan kejuaraan senam artistik.
FIG tidak mengancam akan memindahkan acara tersebut dari Indonesia sebagaimana diatur dalam statuta mereka untuk kasus di mana tuan rumah menolak menerbitkan visa. Israel ingin FIG “mencatat” tindakan pemerintah.

Pernyataan tersebut harus dibatalkan, tetapi CAS juga menolak hal itu pada tanggal 14 Oktober.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *