Jepang dan Indonesia bekerja sama dalam upaya konservasi orangutan
Liga335 – Upaya konservasi lintas batas yang langka antara Jepang dan Indonesia memberikan harapan baru bagi kelangsungan hidup orangutan yang terancam punah, seiring dua kebun binatang bekerja sama dalam program pembiakan yang direncanakan dengan cermat, demikian dilaporkan media pada Sabtu. Di Tobe Zoological Park di Jepang barat, seekor orangutan Kalimantan jantan berusia 15 tahun bernama Hayato telah mencapai usia dewasa, namun kelangkaan calon pasangan di dalam negeri telah lama menghambat upaya pembiakan spesies ini, demikian dilaporkan Kyodo News. Tantangan tersebut memicu kemitraan internasional dengan Taman Safari Indonesia, yang pertama kali mengusulkan inisiatif konservasi bersama pada tahun 2018.
Kerja sama ini semakin menguat dengan ditandatanganinya perjanjian perlindungan satwa liar secara resmi antara Provinsi Ehime dan Indonesia pada tahun 2024, diikuti oleh kesepakatan pinjaman pembiakan antara kedua kebun binatang tersebut pada tahun 2025. Berdasarkan perjanjian tersebut, seekor orangutan betina asal Kalimantan bernama Jennifer dipindahkan ke Jepang pada akhir tahun 2025. Sejak dipamerkan kepada publik awal tahun ini, ia dengan cepat menjadi daya tarik wisata, sekaligus menjadi langkah penting dalam upaya konservasi.
Kedua orangutan tersebut kini telah mencapai usia reproduksi, sehingga memunculkan harapan di kalangan para konservasionis bahwa pasangan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan populasi spesies tersebut, yang terdaftar sebagai spesies yang terancam punah secara kritis oleh International Union for Conservation of Nature. Pihak kebun binatang mengatakan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk pembiakan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Para penjaga menggambarkan Jennifer sebagai individu yang cerdas dan tenang, serta mencatat kesukaannya terhadap buah-buahan lokal – sebuah hubungan yang kecil namun simbolis antara upaya internasional ini dan lokasinya di Jepang.
Jika berhasil, program ini dapat menjadi model bagi kerja sama global di masa depan untuk melindungi satwa liar yang terancam punah.