Infrastruktur Indonesia Diperkirakan Menyerap 1 Juta Lapangan Kerja, Kata Menteri
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa Program Pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat dapat menyerap hingga 1 juta tenaga kerja pada tahun 2026. Menurutnya, program ini menjadi andalan pemerintah untuk menjaga daya beli sekaligus menggerakkan perekonomian lokal di tengah tekanan global.
“Program ini memiliki efek ganda. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Dody dalam rapat kerja dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, pada Selasa, 7 April 2026. Dody menjelaskan bahwa program infrastruktur berbasis masyarakat tahun ini menjangkau 15.
364 lokasi di seluruh Indonesia. Selain itu, ia menyatakan bahwa pemerintah telah meningkatkan alokasi anggaran untuk program ini dari Rp4,84 triliun menjadi Rp5,48 triliun. Menurut Dody, program padat karya ini merupakan strategi krusial yang memastikan masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan.
Selain menghasilkan infrastruktur, skema ini juga memberikan manfaat langsung pendapatan bagi warga yang terlibat. Sebagian besar pembangunan infrastruktur difokuskan pada sektor sumber daya air. Dengan pelaksanaan di sekitar 12.
000 lokasi dan anggaran sekitar Rp2,7 triliun, Program Percepatan Pengelolaan Air Irigasi (P3TGAI) menjadi kontributor terbesar. Di sektor konektivitas, Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan 118 jembatan gantung melalui skema padat karya. Proyek ini diharapkan dapat memberikan akses ke daerah-daerah terpencil dan memfasilitasi kegiatan ekonomi di dalam masyarakat.
Sementara itu, di sektor perumahan, Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat mencakup kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga. Hal ini meliputi pengembangan infrastruktur sosial ekonomi di wilayah (PISEW), penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), serta program sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah.