Indonesia Menyusun Strategi untuk Menarik Dana Asing demi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia Menyusun Strategi untuk Menarik Dana Asing demi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia Menyusun Strategi untuk Menarik Dana Asing demi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan strategi untuk menarik dolar yang dimiliki oleh warga Indonesia yang saat ini disimpan di luar negeri. Strategi ini bertujuan untuk mendorong warga Indonesia menempatkan dana mereka di dalam negeri.

Purbaya mengatakan bahwa pemerintah sedang menyempurnakan strategi tersebut dan berencana untuk mengimplementasikannya dalam waktu satu bulan. “Ini adalah kebijakan berbasis pasar, bukan kebijakan paksa. Akan ada insentif agar warga Indonesia lebih memilih menyimpan dolar mereka di sini daripada di luar negeri,” katanya kepada wartawan pada Jumat, 19 September 2025, setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, dalam siaran pers Sekretariat Presiden.

Mengenai rincian strategi tersebut, mantan Ketua Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut mengindikasikan bahwa strategi tersebut akan berfokus pada pemberian insentif. Dia menyoroti bahwa setiap bulan, warga Indonesia mengirimkan jumlah uang yang signifikan ke luar negeri, dan insentif ini. Diharapkan langkah-langkah ini dapat menekan arus keluar tersebut.

Purbaya menekankan bahwa jika pemerintah dapat mempertahankan dolar-dolar tersebut, cadangan devisa negara akan meningkat, dan kebutuhan pembiayaan valuta asing dapat dipenuhi secara domestik. “Jika kita dapat mencegah dolar-dolar tersebut mengalir keluar, cadangan devisa kita akan semakin besar, dan bank-bank kita akan menyediakan lebih banyak dolar,” ujarnya. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan penurunan cadangan devisa negara.

Per Agustus 2025, cadangan tersebut mencapai US$150,7 miliar, turun US$1,3 miliar dari US$152 miliar yang tercatat pada Juli 2025. Penurunan ini mengikuti penurunan sebelumnya pada Juli dari US$152,6 miliar pada akhir Juni. Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, penurunan cadangan devisa disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang terus berlanjut.

Denny menyatakan bahwa cadangan devisa Posisi cadangan devisa pada Agustus cukup untuk membiayai impor selama 6,3 bulan atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Dan angka ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” katanya dalam pernyataan resmi pada Senin, 8 September 2025. Pilihan Editor: Mengapa Menteri Keuangan Baru Indonesia Menentang Amnesti Pajak Berulang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *