Indonesia mengekspor 545 ton unggas ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Indonesia mengekspor 545 ton unggas ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Indonesia mengekspor 545 ton unggas ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Slot online terpercaya – Indonesia mengekspor 545 ton unggas ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste Berita terkait: Indonesia akan membangun peternakan unggas terintegrasi untuk mendukung program MBG Berita terkait: Pemerintah mencari subsidi transportasi untuk produsen pangan di Kalimantan Tengah Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa mengirimkan 545 ton unggas dan produk senilai Rp18,2 miliar (US$1,2 juta) ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste, memperluas ekspor komoditas pangan strategis Indonesia. “Hari ini kami mengirimkan unggas dan produk terkait ke tiga negara: Singapura, Jepang, dan Timor Leste,” kata Sulaiman di kantor Kementerian Pertanian di Jakarta.Ia mengatakan ekspor ini menandakan industri unggas Indonesia tidak hanya mencapai swasembada dalam produksi ayam dan telur, tetapi juga memperluas pasar ke tingkat global.

Sulaiman menekankan bahwa Indonesia kini memiliki kapasitas produksi yang kuat setelah mencapai swasembada dalam produksi telur dan ayam. “Kini kita telah mencapai swasembada dalam produksi telur, ayam, beras, dan komoditas pokok lainnya. Kita a Kami sedang gencar mendorong ekspor ke negara-negara lain.

Saat ini, kami memiliki 10 tujuan ekspor reguler. Hari ini, tiga negara akan menerima produk unggas kami,” katanya. Dia menambahkan bahwa kesuksesan ekspor membuktikan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor ayam.

“Kami sepakat untuk menjadi pusat pangan global, mencakup karbohidrat dan protein. Protein, terutama unggas, kini sudah mandiri dan siap diekspor,” katanya. Sulaiman mengatakan peningkatan produksi tidak boleh menyebabkan harga anjlok bagi petani.

Pemerintah mengelola surplus melalui penyerapan domestik, termasuk Program Makanan Bergizi Gratis, dan memperluas saluran ekspor. Ekspor ditangani oleh empat perusahaan domestik, masing-masing dengan volume dan nilai pengiriman yang bervariasi: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Taat Indah Bersinar, dan PT Malindo Food Delight. Bagi bisnis, ekspor memberikan kepastian pasar di tengah produksi domestik yang melimpah.

Pemerintah menggunakan surplus untuk menstabilkan harga di tingkat petani dan memperluas akses pasar global. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda mengatakan bahwa kesuksesan ekspor bergantung pada sistem kesehatan hewan yang kuat, jaminan keamanan pangan, dan pemantauan sesuai standar internasional. “Setiap produk ekspor menjalani sertifikasi veteriner dan pengawasan ketat sesuai persyaratan tujuan,” Kami memastikan traceability, biosekuriti, dan keamanan pangan untuk mempertahankan ekspor yang berkelanjutan,” kata Agung.

Ia menambahkan bahwa akses pasar dipertahankan melalui diplomasi veteriner intensif dan komunikasi teknis dengan negara mitra, membangun kepercayaan internasional melalui kualitas dan kepatuhan. Dengan produksi yang melimpah dan pasar ekspor yang terus berkembang, sektor unggas Indonesia semakin kuat. Kementerian akan terus menyeimbangkan surplus produksi, stabilitas harga di tingkat peternakan, dan perluasan pasar global untuk meningkatkan daya saing industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *