Indonesia memprioritaskan

Indonesia memprioritaskan

Indonesia memprioritaskan

Taruhan bola – Kementerian Agama Indonesia telah menempatkan sektor pendidikan agama sebagai prioritas utama dalam rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa 562 madrasah, 1.033 pesantren, dan 17 lembaga pendidikan tinggi Islam telah diidentifikasi sebagai sasaran prioritas untuk rehabilitasi.

pendidikan agama dalam rencana pemulihan pasca banjir Berbicara dalam rapat koordinasi nasional di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada Senin, Umar mengatakan persiapan di pihak kementerian telah selesai. “Dari sisi Kementerian Agama, anggaran dan perintah pelaksanaan sudah disiapkan. Kami kini menunggu pelaksanaan teknis di lapangan, terutama terkait akses jalan dan jembatan yang masih rusak,” ujarnya.

Umar mengatakan rehabilitasi fisik madrasah dan pesantren akan dilakukan berkoordinasi dengan Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum, yang memiliki kewenangan atas proyek-proyek konstruksi. Kementerian ini juga memprioritaskan rekonstruksi tempat ibadah, dengan total 1.593 fasilitas dari berbagai agama yang diidentifikasi untuk dibangun kembali, termasuk kantor-kantor regional Kementerian Agama di daerah-daerah yang terdampak.

Umar mengakui bahwa anggaran kementerian untuk merekonstruksi rumah ibadah terbatas, namun ia mengatakan dana tambahan sebesar Rp9,35 miliar, atau sekitar US$558.000, telah dihimpun melalui inisiatif Kemenag Peduli yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Baca juga: Menko Polhukam: Indonesia dibangun berdasarkan negara kebangsaan religius Selain rekonstruksi fisik, kementerian juga melaksanakan program pemulihan mental dan spiritual bagi komunitas terdampak melalui bantuan sosial-keagamaan, layanan konseling spiritual, dan distribusi puluhan ribu salinan Al-Quran dan kitab suci agama lain yang rusak akibat banjir.

“Pemulihan tidak dapat dicapai hanya dengan. Dengan membangun gedung-gedung. Masyarakat juga membutuhkan kedamaian batin, bimbingan spiritual, dan penguatan kohesi sosial.

Di sinilah Kementerian Agama berperan, bekerja hingga tingkat desa dan tempat ibadah,” kata Umar. Baca juga: Menjawab paradoks keberagamaan di Indonesia Sebelumnya, kementerian tersebut mendistribusikan Rp75,82 miliar, atau sekitar US$4,5 juta, sebagai bantuan tanggap darurat, yang terdiri dari Rp66,47 miliar (US$3,9 juta) dari anggaran negara dan Rp9,35 miliar yang dikumpulkan melalui inisiatif Kemenag Peduli. Dari total dana tersebut, Aceh menerima Rp42,88 miliar, Sumatera Utara Rp21,39 miliar, dan Sumatera Barat Rp11,56 miliar, kata kementerian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *