Indonesia memasukkan skrining lepra dalam pemeriksaan kesehatan gratis.

Indonesia memasukkan skrining lepra dalam pemeriksaan kesehatan gratis.

Indonesia memasukkan skrining lepra dalam pemeriksaan kesehatan gratis.

Slot online terpercaya – Indonesia memasukkan skrining lepra ke dalam pemeriksaan kesehatan gratis Pemerintah Indonesia telah menambahkan skrining lepra ke dalam program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) tahun ini sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat eliminasi penyakit tersebut.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada Kamis bahwa penambahan ini menandai penyesuaian penting dalam program, yang sebelumnya tidak mencakup skrining lepra.”Sebelumnya, tidak ada skrining lepra.

Sekarang, kami akan memasukkannya mulai tahun ini,” katanya dalam konferensi pers. Meskipun lepra tidak mudah menular, Sadikin mengatakan Kementerian Kesehatan tetap berkomitmen untuk mendeteksi sebanyak mungkin kasus dan memastikan pengobatan tepat waktu. Indonesia saat ini mencatat antara 13.

000 hingga 15.000 kasus lepra, meskipun angka sebenarnya mungkin lebih tinggi karena underreporting, katanya.Untuk memperluas deteksi, kementerian mendorong skrining massal dengan memberikan insentif kepada kepala daerah dan pusat kesehatan masyarakat yang mengidentifikasi jumlah kasus tertinggi.

Selain itu, i Mengintegrasikan skrining lepra ke dalam program CKG, kementerian akan melakukan tes PCR di Indonesia Timur, di mana penyakit ini masih endemik. Pasien akan menerima pengobatan selama enam hingga 12 bulan hingga sembuh, sementara obat pencegahan akan diberikan kepada semua kontak dekat, termasuk anggota keluarga, kata Sadikin.Selain itu, kami akan memberikan profilaksis kepada semua kontak dekat,” katanya, menegaskan kembali target pemerintah untuk mengeliminasi lepra pada tahun 2030.

Pada acara yang sama, Mohammad Hasan Ansori, direktur eksekutif The Habibie Center, mengatakan bahwa pusat tersebut bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, The Nippon Foundation, dan Sasakawa Health Foundation untuk mengembangkan model intervensi berbasis bukti guna memperkuat deteksi dini dan mengurangi stigma di tingkat komunitas.Model tersebut, yang saat ini sedang dipelajari di Probolinggo, Tojo Una-Una, Mimika, dan Lembata, diharapkan dapat direplikasi dan diintegrasikan ke dalam kebijakan publik, katanya. Ansori mencatat bahwa lepra di Indonesia memiliki aspek medis dan Tantangan sosial yang memengaruhi kualitas hidup pasien dan kondisi sosial-ekonomi mereka.

Sementara itu, Ilham Akbar Habibie, Ketua Dewan Pengawas The Habibie Center, mengatakan Indonesia termasuk di antara tiga negara dengan jumlah kasus lepra tertinggi di dunia, bersama India dan Brasil. “Untuk mengakhiri lepra, kita membutuhkan pendekatan holistik yang menggabungkan upaya medis, sosial, dan bahkan keagamaan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *