Indonesia memastikan pasokan energi di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz
Liga335 – Jakarta () – Pasokan energi Indonesia tetap terjamin meskipun terjadi ketidakstabilan geopolitik global, demikian diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada hari Selasa. Bahlil menegaskan bahwa stok bahan bakar, LPG, dan listrik memenuhi standar nasional. Ia menyebut hal ini sebagai “angin segar” karena Selat Hormuz telah menerapkan kebijakan akses berselang-seling bagi kapal-kapal yang tidak berafiliasi dengan Barat.
“Bagi negara-negara selain Israel dan Amerika Serikat, komunikasi kini dimungkinkan. Ini merupakan perkembangan positif bagi jalur distribusi energi global kami,” kata Menteri tersebut dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta. Persediaan bahan bakar dan LPG dalam negeri dipantau setiap hari untuk mencegah kelangkaan.
Bahlil meyakinkan masyarakat bahwa pasokan cukup untuk liburan Idul Fitri mendatang, dengan stok batu bara untuk pembangkit listrik rata-rata 14 hingga 15 hari. Pemerintah juga menepis kekhawatiran terkait kenaikan harga bahan bakar bersubsidi secara mendadak. Bahlil menekankan komitmen untuk menjaga daya beli masyarakat, st dengan menegaskan bahwa subsidi akan tetap stabil setidaknya hingga akhir musim liburan.
Pemerintah terus menjaga stabilitas harga selama harga minyak global tetap berada dalam asumsi anggaran negara. Bahlil menekankan bahwa prioritas pemerintah adalah mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, bukan menghindarinya. Berita Terkait: Indonesia Pertimbangkan WFH untuk Kurangi Penggunaan Bahan Bakar di Tengah Risiko Minyak Berita Terkait: Pemerintah RI Sebut Harga Bahan Bakar Stabil Meski Konflik Timur Tengah Berlanjut Berita Terkait: Indonesia Pastikan Pasokan Bahan Bakar untuk Idul Fitri, Stok Cukup untuk 28 Hari Artikel ini diterbitkan di Antaranews.