Indonesia Dapat Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kata Ekonom Amerika
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom Amerika Serikat Arthur B. Laffer menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia dapat mencapai tingkat pertumbuhan 8 persen, sejalan dengan target ambisius Presiden Prabowo Subianto.
Laffer, yang pernah menjadi penasihat Presiden AS Ronald Reagan, menguraikan beberapa faktor kunci yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ini. “Saya seorang ekonom, jadi saya melihat segala sesuatu dari perspektif ekonomi. Bisakah Indonesia tumbuh sebesar 8 persen?
Tentu saja bisa,” kata Laffer dalam acara Economic Update 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Rabu, 18 Juni 2025. Salah satu faktor yang ia sebutkan adalah demografi Indonesia yang menguntungkan. Negara ini memiliki populasi usia produktif yang besar dan terdidik.
Per 30 Juni 2024, Kementerian Dalam Negeri mencatat sekitar 196 juta individu usia produktif, yang mewakili 69,68 persen dari total populasi Indonesia sebesar 282 juta. Namun, Laffer menekankan bahwa kebijakan pemerintah tetap krusial untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Dia Menekankan pentingnya insentif yang tepat, yang telah terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.
Kebijakan ekonomi yang buruk, katanya, akan menghambat pencapaian target pertumbuhan ini. Oleh karena itu, ia menyoroti pentingnya menerapkan strategi ekonomi yang benar-benar bijaksana. “Anda tahu, orang-orang terbaik di dunia ini, dengan kebijakan ekonomi yang buruk, selalu gagal,” katanya dengan tegas.
Presiden Prabowo secara konsisten menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, dan ia mengulang optimisme ini dalam beberapa kesempatan. Untuk mencapai tujuan ambisius ini, ia menekankan bahwa pengelolaan ekonomi harus efisien, logis, dan didasarkan pada perhitungan yang akurat. Ia menekankan pentingnya menghilangkan pemborosan dan praktik yang tidak efisien.
“Tidak ada organisasi yang dapat bertahan jika pengeluaran melebihi pendapatan. Oleh karena itu, saya bertekad untuk memimpin pemerintahan yang efisien,” kata Prabowo. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 sebenarnya melambat.
The Cent Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4,87 persen secara tahunan, turun dari pertumbuhan tahunan 5,02 persen pada kuartal sebelumnya.