Dari data hingga implementasi: Indonesia memperkuat tata kelola tenaga kesehatan serta pemantauan UHC dan SDG secara global
Liga335 – Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) sedang mempercepat upaya untuk memperkuat tata kelola tenaga kesehatan serta meningkatkan pemantauan global terhadap cakupan kesehatan universal (UHC) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3. Hal ini tercermin dari penyerahan tepat waktu data National Health Workforce Account (NHWA) dan National Reporting Instrument (NRI) kepada pada bulan Desember 2024. Pengiriman data ini memberikan wawasan penting mengenai distribusi tenaga kesehatan, kompetensi, dan praktik perekrutan yang etis, yang membuka jalan bagi peningkatan akses layanan kesehatan dan kualitas perawatan di Indonesia dan di seluruh dunia.
NHWA adalah sistem yang digunakan negara-negara untuk secara bertahap meningkatkan ketersediaan, kualitas, dan pemanfaatan data tenaga kesehatan melalui pemantauan indikator yang terstandarisasi. NRI adalah alat penilaian mandiri yang dikembangkan WHO untuk memantau implementasi Kode Praktik Global WHO tentang Perekrutan Tenaga Kesehatan Internasional. Untuk NHWA, WHO membantu Kementerian Kesehatan mengumpulkan dan memvalidasi data, memastikan akurasi persiapan untuk indikator tahun 2023.
Untuk NRI, WHO menyempurnakan variabel pelaporan dan menyelenggarakan serangkaian pertemuan validasi di Jakarta pada bulan November dan Desember 2024.
Profesor Efendy dan tim Kementerian Kesehatan meninjau kemajuan Indonesia dalam menerapkan Kode Etik Global WHO untuk Perekrutan Tenaga Kesehatan Internasional sebagai bagian dari proses validasi data NRI. (Kementerian Kesehatan/Lita Dwi Astari)
Data tenaga kesehatan yang andal memungkinkan para administrator kesehatan untuk mengambil keputusan yang lebih cerdas, seperti menempatkan tenaga kesehatan di daerah yang kekurangan tenaga kesehatan, meningkatkan pelatihan, dan meningkatkan kualitas perawatan secara keseluruhan.
Hal ini sangat penting untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta (UHC) dan memastikan setiap masyarakat memiliki akses ke layanan kesehatan berkualitas, sesuai dengan Agenda Transformasi Kesehatan Indonesia, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025–2029, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3.8: Pada tahun 2030, mencapai cakupan kesehatan semesta, termasuk perlindungan risiko finansial, akses ke layanan kesehatan esensial berkualitas, serta akses ke obat-obatan esensial yang aman, efektif, berkualitas, dan terjangkau. obat-obatan dan vaksin untuk semua.
“Penyerahan data ini menandai langkah penting menuju tata kelola tenaga kesehatan yang lebih kuat,” kata Anna Kurniati, Direktur Sumber Daya Manusia untuk Penyediaan Kesehatan dan Otoritas Nasional yang Ditunjuk untuk penyerahan NRI, Kementerian Kesehatan. “Dengan memanfaatkan sistem data ini, kita dapat mengatasi tantangan tenaga kerja secara lebih efektif.”
Data NHWA Indonesia menunjukkan tren peningkatan dalam kepadatan agregat dokter, perawat, dan bidan, dari 43,1 per 10.
000 penduduk pada tahun 2019 menjadi 54,2 per 10.000 penduduk pada tahun 2023. Angka ini jauh di atas ambang batas indikatif SDG sebesar 45,5 dokter, perawat, dan bidan per 10.
000 penduduk, yang ditetapkan untuk negara-negara dari semua tingkat pendapatan.
Pada saat yang sama, data NRI menunjukkan bahwa antara tahun 2022 dan 2024, jumlah perawat Indonesia yang ditempatkan di luar negeri setiap tahunnya meningkat dari 958 menjadi 1.091, dengan sebagian besar perawat bermigrasi ke Jepang, Jerman, Arab Saudi, dan Qatar.
Indonesia telah menandatangani perjanjian bilateral dengan masing-masing negara tersebut, dan terus memprioritaskan tenaga kesehatan dalam negerinya tenaga kesehatan, sesuai dengan Kode Praktik Global WHO.
“Pengumpulan dan pelaporan data NHWA dan NRI yang proaktif oleh Indonesia menjadi contoh yang kuat, yang tercermin dalam tren positif yang kita lihat,” kata Profesor Roderick Salenga, Pemimpin Tim Sistem Kesehatan di WHO Indonesia. “Dengan data yang lebih baik, bersama-sama kita membangun tenaga kesehatan yang lebih kuat – dan masa depan yang lebih sehat bagi semua.
WHO tetap berkomitmen untuk mendukung perjalanan Indonesia, memastikan data mendorong kemajuan menuju negara yang lebih adil dan aman secara kesehatan.”
WHO akan mendukung Indonesia untuk menyerahkan kedua set data tersebut pada tahun 2025 dan seterusnya, sekaligus membantu Kementerian Kesehatan untuk sepenuhnya menerapkan “Strategi Global WHO tentang Sumber Daya Manusia di Bidang Kesehatan: Tenaga Kerja 2030”. Bersama-sama, kegiatan ini dan kegiatan lainnya akan memastikan Indonesia terus membangun tenaga kesehatan yang memadai, tersebar merata, dan berkualitas, serta mencapai target nasional dan internasional.