Indonesia menyatakan bahwa kunjungan AS dan Rusia mencerminkan kebijakan yang bebas dan aktif
Liga335 – Indonesia menyatakan kunjungan AS dan Rusia mencerminkan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif
Kebijakan luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif” memungkinkan negara ini untuk mempertahankan kerja sama intensif dengan berbagai negara, kata Kementerian Luar Negeri pada Kamis, saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke luar negeri bersamaan dengan kegiatan serupa yang dilakukan oleh pejabat senior. Kebijakan ini memungkinkan Jakarta untuk berinteraksi dengan berbagai mitra secara bersamaan, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang, sambil mencatat bahwa kunjungan Prabowo ke Rusia dan Prancis bertepatan dengan perjalanan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Amerika Serikat. ““Kunjungan presiden mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjaga dialog terbuka dengan semua mitra strategis,” kata Mewengkang kepada wartawan di Jakarta setelah konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia untuk mempertahankan jalur komunikasi terbuka dengan semua pihak di tengah situasi geopolitik yang dinamis saat ini, serta menegaskan bahwa negara ini selalu diterima dengan baik oleh semua negara kapan pun, katanya. “Ini sh “Ini cara agar kita bisa diterima oleh siapa pun, kapan pun,” tambahnya, sambil menekankan bahwa pendekatan ini tidak boleh dipandang sebagai upaya Indonesia untuk “bermain di dua kubu.”Pada Senin (13 April), Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan bilateral, di mana mereka sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang-bidang seperti ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi.
Setelah pembicaraan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev mengenai pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia.Sementara itu, pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Sjafrie bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon untuk membahas penguatan kerja sama pertahanan. Selama pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP) sebagai kerangka kerja untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.