Indonesia hampir mencapai kesepakatan akhir untuk mengimpor minyak mentah Rusia: Menteri

Indonesia hampir mencapai kesepakatan akhir untuk mengimpor minyak mentah Rusia: Menteri

Indonesia hampir mencapai kesepakatan akhir untuk mengimpor minyak mentah Rusia: Menteri

Liga335 – Indonesia Hampir Menandatangani Kesepakatan Akhir untuk Mengimpor Minyak Mentah Rusia: Menteri
Berita terkait: Pertamina menyatakan mampu mengolah minyak mentah dari Rusia
Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa Indonesia hampir menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk mengimpor minyak mentah. “”Mengenai pembicaraan mengenai minyak mentah, saya yakin kita sudah berada di tahap akhir,” kata Lahadalia setelah memberikan pengarahan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan negosiasi dengan Rusia. Saat berbicara kepada media di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis sore, Lahadalia menggambarkan pertemuannya dengan pemerintah Rusia di Moskow pada Selasa (14 April) sebagai pertemuan yang cukup produktif.”

“Kami akan memastikan pasokan minyak mentah dari Rusia. Bahkan, pihak Rusia telah menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia membangun beberapa infrastruktur kunci guna memperkuat cadangan dan keamanan energi kami,” ujarnya. Menteri tersebut juga menyebutkan telah memulai negosiasi untuk mengimpor gas elpiji dari Rusia, dengan mencatat bahwa hal itu Indonesia mungkin memerlukan dua hingga tiga pertemuan tambahan untuk menandatangani kesepakatan.

Ia menekankan bahwa pembahasan yang sedang berlangsung dengan Rusia merupakan bagian dari agenda keamanan energi pemerintah yang lebih luas, yang didorong oleh gangguan pasokan global yang terlihat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko keamanan di Timur Tengah.Dalam hal ini, menteri tersebut menyoroti bahwa Indonesia bergantung pada impor untuk menutupi defisit harian sekitar satu juta barel minyak mentah, karena konsumsi hariannya mencapai sekitar 1,6 juta barel setara minyak dalam bentuk bahan bakar, dibandingkan dengan produksi harian sekitar 600.000 barel.

“Kondisi global telah mendorong pemerintah untuk mencari sumber minyak alternatif, dengan menjalin kontak ke lebih dari satu negara,” ujarnya.Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa, setelah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prabowo secara khusus menugaskan Lahadalia untuk bernegosiasi dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov guna memajukan pembicaraan energi. “Dia (Lahadalia) telah memberikan pengarahan “Pak Presiden mengenai hasil negosiasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *