Pupuk Indonesia Menjelajahi Peluang Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Pasokan Akibat Konflik di Iran
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, sedang mempertimbangkan kemungkinan mengekspor pupuk ke negara-negara yang mengalami kelangkaan akibat perang Iran-Israel. “Kami memiliki kapasitas untuk mengekspor, jadi kami akan mengalokasikannya ke negara-negara sahabat,” kata Rahmad di Kompleks DPR, Senayan, pada Selasa, 7 April 2026.
Rahmad menekankan bahwa, sebelum memutuskan untuk mengekspor, Pupuk Indonesia akan memprioritaskan permintaan domestik. “Perkiraan kebutuhan urea kami sekitar 6,3 juta ton. Produksi kami hampir 8 juta, jadi kami memiliki kelebihan yang bisa diekspor.”
Ia tidak merinci tujuan ekspor ke negara-negara sahabat tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa Pupuk Indonesia menjual pupuk ke Australia, India, dan negara-negara lain di Asia Tenggara. “Kami akan terus melakukannya.
Perbedaannya adalah bahwa saat ini, mungkin mereka sedang menghadapi kesulitan,” kata Rahmad. Kesulitan yang dimaksud Rahmad merujuk pada dampak penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi memenuhi 30 persen kebutuhan pupuk global. Akibat penutupan tersebut, Rahmad menyebutkan bahwa sekitar 10 juta ton pupuk urea belum didistribusikan.