Kebijakan Perikanan Baru Indonesia Menargetkan Keberlanjutan dan Pertumbuhan Ekonomi, Kata Pejabat

Kebijakan Perikanan Baru Indonesia Menargetkan Keberlanjutan dan Pertumbuhan Ekonomi, Kata Pejabat

Kebijakan Perikanan Baru Indonesia Menargetkan Keberlanjutan dan Pertumbuhan Ekonomi, Kata Pejabat

Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menyatakan bahwa kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota diterapkan untuk meningkatkan hasil tangkapan perikanan dan menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi dan ekologi sektor kelautan dan perikanan. Tb.

Haeru Rahayu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian tersebut, mengatakan pada Sabtu bahwa kuota diberikan kepada nelayan lokal dan tidak untuk tujuan komersial atau industri, termasuk penelitian, pelatihan, atau rekreasi. Kebijakan ini diterapkan untuk menciptakan manfaat optimal dan berkelanjutan serta memastikan keberlanjutan sumber daya ikan. Penangkapan ikan berbasis kuota akan diterapkan di enam zona di 11 kawasan pengelolaan perikanan.

“Aktivitas penangkapan ikan akan dilakukan berdasarkan pengendalian output dengan memanfaatkan potensi sumber daya ikan yang ada,” kata Rahayu. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebelumnya mengandalkan pengendalian input, yang membatasi efektivitasnya dalam mengelola sumber daya ikan. Kebijakan penangkapan ikan terukur diharapkan.

Untuk menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan ekologi, pertumbuhan ekonomi, dan pemanfaatan yang adil terhadap sumber daya perikanan, sehingga pengelolaan perikanan di Indonesia akan memasuki era baru yang didasarkan pada pengendalian output. Terkait implementasi kebijakan ini, kementerian telah menjadikan Kota Tual dan Kepulauan Aru di Maluku sebagai proyek percontohan sebelum diterapkan di keenam zona. Kebijakan penangkapan ikan yang terukur juga merupakan upaya untuk memberikan keyakinan kepada pasar global bahwa Indonesia mampu menerapkan penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *