Perang Iran-AS; Bandara Soekarno-Hatta Indonesia Membatalkan Penerbangan ke Timur Tengah

Perang Iran-AS; Bandara Soekarno-Hatta Indonesia Membatalkan Penerbangan ke Timur Tengah

Perang Iran-AS; Bandara Soekarno-Hatta Indonesia Membatalkan Penerbangan ke Timur Tengah

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Beberapa penerbangan ke dan dari Timur Tengah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibatalkan akibat penutupan ruang udara regional. Namun, manajemen bandara memastikan layanan penumpang tetap optimal selama proses keberangkatan dan kedatangan.

“Secara umum, situasi di terminal tetap aman dan kondusif,” kata Aziz Fahmi Harahap, Pelaksana Tugas Asisten Deputi Komunikasi dan Hukum Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Fahmi mencatat bahwa petugas menangani penumpang yang terdampak sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Personel memproses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi dan berkoordinasi dengan maskapai untuk mengatur akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.

Dia menjelaskan bahwa penerbangan yang terdampak meliputi Etihad Airways (EY472 ke Abu Dhabi), Qatar Airways (QR954 ke Doha), Qatar Airways (QR957 ke Doha), Emirates (EK357 ke Dubai), Etihad Airways (EY475 ke Abu Dhabi), dan Garuda Indonesia. (GA900 ke Doha) dan Etihad Airways (EY473 ke Abu Dhabi). Untuk lalu lintas masuk, penerbangan Etihad Airways EY472 dari Abu Dhabi dan Qatar Airways QR954 dari Doha juga telah dikonfirmasi dibatalkan.

Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bersama dengan pemangku kepentingan utama, terus memastikan layanan yang lancar bagi semua pengguna. “Kami berkoordinasi secara intensif dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, dan lembaga terkait lainnya untuk mengantisipasi dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, dan layanan tetap terjaga,” kata Fahmi. Manajemen bandara juga mengimbau calon penumpang yang akan bepergian ke Timur Tengah untuk secara aktif memantau informasi penerbangan melalui saluran resmi maskapai atau menghubungi layanan pelanggan untuk pembaruan terbaru mengenai status keberangkatan.

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Uni Emirat Arab (GCAA) mengumumkan penutupan sementara sebagian wilayah udara UAE di tengah eskalasi aksi militer di Timur Tengah. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan Keamanan penerbangan, awak pesawat, dan penumpang, serta untuk melindungi kedaulatan wilayah udara Uni Emirat Arab. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap beberapa wilayah di Iran pada dini hari Sabtu, 28 Februari 2026, waktu setempat.

Israel pertama kali menargetkan Tehran dan kota-kota lain, diikuti oleh operasi militer besar-besaran dari Amerika Serikat. Dalam hitungan jam, Iran membalas dengan dua gelombang serangan balasan terhadap Israel. “Semua aset dan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah kini menjadi target yang sah.

Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan segalanya mungkin terjadi,” kata seorang pejabat Iran senior kepada Al Jazeera. Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways, telah menyesuaikan rute penerbangan untuk menghindari zona konflik aktif. Maskapai-maskapai tersebut mengalihkan rute melalui koridor di atas Arab Saudi atau mengambil rute utara melalui Asia Tengah.

Penyesuaian ini diperkirakan akan meningkatkan durasi penerbangan dan biaya operasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *