Indonesia akan bergabung dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian tentang Gaza: Prabowo

Indonesia akan bergabung dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian tentang Gaza: Prabowo

Indonesia akan bergabung dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian tentang Gaza: Prabowo

Liga335 – Indonesia akan ikut serta dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian tentang Gaza: Prabowo Berita terkait: Indonesia mengirim 10 truk bantuan pangan ke Gaza Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia akan ikut serta dalam pertemuan pertama Dewan Perdamaian pada Kamis untuk membahas upaya mencapai perdamaian di Gaza, Palestina. Ia berbicara selama forum bisnis dengan Kamar Dagang Amerika Serikat di Washington, D.C.

, pada Rabu waktu setempat. “Saya hadir atas undangan Presiden AS untuk pertemuan Dewan Perdamaian pertama guna membahas implementasi gencatan senjata di Gaza dan mengejar solusi berkelanjutan untuk Palestina,” kata Prabowo.Prabowo menekankan kebijakan luar negeri Indonesia yang aktif, independen, dan konsisten, mencatat bahwa negara ini tidak memihak pada blok kekuatan besar mana pun dan aktif berpartisipasi dalam upaya perdamaian global.

“Kami melanjutkan kebijakan non-blok, menghormati semua kekuatan besar. Saya berkomitmen untuk mengejar kebijakan tetangga yang baik,” tambahnya.Sebelumnya, pada Senin, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengadakan Pertemuan bilateral dengan Perwakilan Tetap Palestina di PBB, Riyad Mansour, di New York.

Sugiono menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap Palestina, komitmennya terhadap perdamaian yang adil dan berkelanjutan, serta pentingnya solusi dua negara.Dia juga menyoroti partisipasi Prabowo dalam Dewan Perdamaian bersama pemimpin dari “Kelompok Delapan” — Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan — yang bekerja untuk mempromosikan perdamaian di Gaza. “Keterlibatan presiden memastikan bahwa semua keputusan sejalan dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada untuk membuka jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” kata Sugiono.

Keterlibatan yang bertanggung jawabMenanggapi peran Indonesia, peneliti Populi Center Yugolastarob Komeini mendesak keterlibatan yang terukur dan bertanggung jawab sesuai dengan mekanisme PBB untuk menghindari risiko legitimasi atau politik.Dia mengatakan rencana Indonesia untuk mengirim 8.000 personel untuk misi kemanusiaan di Gaza harus mencakup standar evaluasi yang jelas dan transparan untuk memastikan kepatuhan terhadap i Hukum internasional dan tujuan perdamaian yang telah ditetapkan.

Yugo memperingatkan bahwa dalam politik internasional yang transaksional, Indonesia dapat menghadapi hubungan yang tidak seimbang, sehingga penilaian yang cermat terhadap biaya politik dan reputasi menjadi sangat penting. Ia menambahkan bahwa implementasi yang tidak efektif dari kegiatan Dewan Perdamaian dapat mengancam legitimasi Indonesia dengan dianggap mendukung hasil yang tidak dapat dipengaruhinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *