Dari Kurukshetra ke Indonesia: Pengendara motor asal Haryana memulai debutnya dalam reli lintas alam internasional
Liga335 – Navneet Sangar menorehkan sejarah dalam dunia otomotif untuk Haryana di reli Indonesia
Berlomba dengan nomor punggung 07, sebuah penghormatan kepada kampung halamannya di Kurukshetra, Sangar memandang partisipasinya di IRRA sebagai sebuah langkah penting dalam karirnya
Penggemar olahraga motor asal Kurukshetra, Navneet Sangar, telah menorehkan sebuah tonggak sejarah bagi Haryana dengan menjadi pembalap pertama dari negara bagian ini yang berkompetisi di ajang reli lintas alam roda dua internasional. Sangar baru-baru ini berpartisipasi dalam Inisiasi Rally Raid Adventure (IRRA), yang diselenggarakan di Majalengka, Jawa Barat, Indonesia, pada awal bulan ini. reli yang berlangsung selama empat hari dan menempuh jarak hampir 450 kilometer ini merupakan ajang lintas alam yang sangat menantang yang sepenuhnya bergantung pada navigasi buku jalan, menguji daya tahan, kekuatan mental dan ketepatan navigasi para pembalap di medan yang menantang.
Bagi Sangar, ajang ini tidak hanya menandai balapan internasional pertamanya, tetapi juga merupakan pengalaman pertamanya dengan format reli roadbook-navigation. kata Angar. âNavigasi buku jalan membutuhkan fokus total dan pengambilan keputusan saat bergerak.
Tidak ada ruang untuk kesalahan, terutama saat Anda berlomba di medan yang tidak dikenal.” Navigasi roadbook adalah metode untuk mengikuti rute yang rumit, yang umum digunakan dalam balap reli, dengan menggunakan buklet khusus (roadbook) yang berisi simbol, diagram (tulip), jarak, dan petunjuk, bukan hanya GPS, untuk memandu peserta melalui medan yang bervariasi, yang menekankan pada keahlian dan fokus pengemudi daripada teknologi murni.Yang membuat partisipasinya lebih penting lagi adalah fakta bahwa Sangar berkompetisi tanpa sponsor atau dukungan eksternal, secara mandiri mengelola setiap aspek kampanye â mulai dari persiapan sepeda motor dan logistik hingga perencanaan dan eksekusi selama reli.
Dari mempersiapkan sepeda motor hingga menangani logistik dan strategi balapan, semuanya dikelola sendiri. Rally ini sangat sulit, tetapi juga membuat pengalaman ini sangat personal dan bermanfaat,” ujarnya. Sangar menghadapi banyak rintangan.
ejak awal perjalanannya, Sangar menghadapi berbagai tantangan, termasuk beradaptasi dengan sistem navigasi baru, bersepeda di medan yang sulit, dan mempertahankan daya tahan tubuh dalam etape-etape yang panjang. Terlepas dari kesulitan-kesulitan tersebut, Sangar mengatakan bahwa kehangatan dan dukungan dari masyarakat Indonesia memainkan peran penting dalam menjaga semangatnya tetap tinggi. Setelah banyak berlomba di India â termasuk acara-acara seperti Kejuaraan Reli Nasional India, Rally Of Himalaya (ROH) dan Sjoba Rally yang ikonik â eksposur internasional terbukti membuka mata, berlomba dengan nomor punggung 07, sebuah penghormatan kepada kampung halamannya di Kurukshetra, Sangar memandang partisipasinya di IRRA sebagai batu loncatan untuk menuju representasi internasional yang lebih besar.
“Olahraga motor masih terus berkembang, dan saya ingin memainkan peran saya dalam menempatkan Haryana dan India di peta balap reli internasional.