Menkes Soroti Empat Penyakit Pembunuh Terbesar di Indonesia
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan empat penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di masyarakat Indonesia. Diantaranya, stroke merenggut korban jiwa paling banyak, dengan angka kematian mencapai 300.
000 orang setiap tahunnya. Budi mengaitkan salah satu pemicu penyakit-penyakit tersebut dengan kelalaian masyarakat dalam memantau kesehatan mereka sendiri. Akibatnya, kata Budi, ketika tubuh menunjukkan sinyal-sinyal tertentu, masyarakat sering terlambat menyadarinya.
“Terlambat berobat dan baru sadar ketika sudah parah. Ibu saya juga begitu,” kata Budi dalam forum diskusi Visi Kesehatan Era Prabowo di Jakarta, hari ini, 17 Mei 2025. Penyakit jantung menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka kematian akibat penyakit jantung mencapai 95,68 per 100.000 penduduk. Kondisi ini sering dikaitkan dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan pola makan yang tidak sehat.
Setelah stroke dan penyakit jantung, Budi menjelaskan bahwa c ancer dan penyakit ginjal masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat sebagai penyakit yang paling mematikan. “Penyakit-penyakit kronis ini tidak langsung menyebabkan seseorang meninggal dunia, tetapi dapat membunuhnya secara perlahan,” katanya. Budi menjelaskan, individu yang menderita gagal ginjal biasanya mengalami kerusakan organ dalam waktu 4-5 tahun.
Namun, gejala penyakit ini seringkali baru terasa ketika kerusakan sudah parah. Oleh karena itu, Budi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis ini untuk memitigasi tren yang mengkhawatirkan tersebut. Ia menekankan bahwa dengan mendeteksi penyakit sejak dini, maka peluang untuk sembuh dan berhasil lebih besar.
Saat ini, sudah ada 5 juta orang yang telah menjalani pemeriksaan melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Budi menargetkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini dapat menjangkau 40 juta orang di akhir tahun 2025 dan meluas hingga 280 juta orang dalam lima tahun ke depan.