Pilihan gaya hidup dan ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria
Taruhan bola – Sebuah makalah penelitian baru diterbitkan dalam Volume 12 Oncoscience pada tanggal 30 September 2025, berjudul “Gaya hidup dan faktor hormonal yang memengaruhi kualitas air mani dan integritas DNA sperma: Sebuah studi potong lintang.”
Dalam penelitian ini, Saniya Imtiyaz Chamanmalik, Rajendra B. Nerli, dan Pankaja Umarane dari KLE Academy of Higher Education and Research dan Dr.
Temuan ini sangat penting karena infertilitas pria terus meningkat di India dan di seluruh dunia.
Infertilitas mempengaruhi satu dari enam pasangan secara global, dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan pria berkontribusi pada hampir setengah dari semua kasus. Penelitian ini membahas kesenjangan penelitian utama di India dengan memeriksa bagaimana perilaku yang dapat dimodifikasi dan kadar hormon mempengaruhi kualitas air mani dan integritas genetik sperma.
Para peneliti mempelajari 278 pria India berusia 21 hingga 50 tahun. Hampir setengah dari peserta menunjukkan parameter air mani yang abnormal. Meskipun usia yang lebih tua tidak mengurangi volume atau motilitas air mani, pria berusia di atas 40 tahun memiliki tingkat fragmentasi DNA sperma yang lebih tinggi, penanda utama kerusakan genetik dan berkurangnya potensi kesuburan.
Studi ini menemukan hubungan yang kuat antara pilihan gaya hidup yang buruk dan penurunan fungsi sperma. Penggunaan tembakau dan alkohol secara signifikan menurunkan jumlah, motilitas, dan bentuk sperma. Alkohol juga meningkatkan fragmentasi DNA sperma, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan embrio.
Pria yang terpapar suhu tinggi di tempat kerja memiliki lebih banyak sperma yang rusak DNA, yang menunjukkan dampak berbahaya dari panas. Berat badan juga memainkan peran utama: pria yang memiliki berat badan kurang dan kelebihan berat badan memiliki kualitas air mani yang lebih rendah dan kerusakan DNA yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria dengan berat badan normal.
“Penggunaan tembakau dan alkohol sangat terkait dengan berkurangnya konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma (p <0,001).”
Selain faktor gaya hidup, penelitian ini juga menyoroti peran hormon dalam kesuburan pria. Pria dengan kadar testosteron rendah atau kadar prolaktin tinggi kadar aktin memiliki profil air mani yang lebih buruk. Khususnya, kadar hormon anti-Müllerian (AMH) yang rendah sangat terkait dengan fragmentasi DNA sperma yang lebih tinggi.
Karena AMH diproduksi oleh sel-sel yang mendukung perkembangan sperma, AMH dapat berfungsi sebagai penanda baru yang berguna untuk kesehatan sperma. Kadar hormon lain seperti FSH dan LH tetap stabil, menunjukkan bahwa pengujian hormon yang ditargetkan dapat meningkatkan penilaian kesuburan.
Penelitian ini menggunakan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia terbaru untuk analisis air mani dan termasuk pemeriksaan lanjutan untuk fragmentasi DNA sperma.
Hasilnya menunjukkan bahwa tes air mani tradisional dapat melewatkan indikator penting kesuburan. Termasuk evaluasi gaya hidup dan profil hormon dapat membantu mengidentifikasi masalah reproduksi lebih awal dan mengarah pada perawatan yang lebih efektif.
Meskipun penelitian ini terbatas pada satu pusat dan tidak mencakup tindak lanjut jangka panjang, penelitian ini memberikan informasi yang berharga tentang tantangan infertilitas pria yang semakin meningkat di India.
Temuan ini mendukung kesehatan masyarakat upaya untuk mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat dan pemeriksaan hormon secara teratur. Penelitian di masa depan dapat membantu menentukan apakah perubahan gaya hidup atau terapi hormon dapat memperbaiki kerusakan sperma dan meningkatkan hasil kesuburan.