Bea Cukai Mengatakan Anda Harus Menyatakan "Barang Pribadi" Jika Melebihi RM1.000. Berikut adalah rincian lengkapnya
Liga335 – Ikuti kami di Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk mendapatkan cerita dan berita terbaru. Belanja saat liburan di luar negeri bisa jadi menyenangkan, sampai Anda harus menjelaskan barang belanjaan Anda di bandara Entah itu tokoh anime dari Tokyo, perawatan kulit dari Seoul, tas tangan mewah dari Paris, atau buku-buku dari India, para pelancong senang sekali membawa pulang oleh-oleh. Namun, sebuah penyitaan kartu Pokemon baru-baru ini mengubah kebiasaan santai tersebut menjadi hal yang memusingkan.
Pada tanggal 10 Oktober, seorang pria Singapura berusia 25 tahun ditahan di Terminal 1 Bandara Changi setelah petugas imigrasi menemukan sejumlah besar kartu perdagangan Pokémon di dalam kopernya, yang bernilai lebih dari SGD30.000 (sekitar RM95.000).
Pria yang baru saja tiba dari luar negeri ini mengatakan kepada petugas bahwa kartu-kartu tersebut sebagian besar adalah koleksinya, dan sebagian lagi akan dijual kembali. Karena dia tidak melaporkannya, hasil tangkapannya disita untuk diselidiki. Tunggu, apakah kita harus melaporkan barang-barang pribadi dan membayar pajak?
Datuk Anis Rizana Mohd Zainudin, Direktur Jenderal Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia, mengatakan kepada New Straits Times bahwa tidak ada pengecualian. Menurut Anis Rizana, melabeli sebuah barang dengan label “pribadi” tidak secara otomatis membebaskannya dari pajak, karena apa pun yang berada di atas batas pembebasan pajak bagi wisatawan masih dikenakan pajak. “Tidak ada celah,” kata Anis.
Gambar via Aizuddin Saad/New Straits Times Jadi, bagaimana aturan sebenarnya? Jika Anda terbang ke Malaysia, Anda diperbolehkan membawa barang senilai hingga RM1.000 tanpa dikenakan pajak.
Itu saja. Jika sepatu kets, tas, dan suvenir baru Anda berjumlah RM1.500, Anda harus membayar pajak untuk tambahan RM500.
Kartu perdagangan (Pokemon, Magic: The Gathering, kartu olahraga) diklasifikasikan sebagai “kartu remi”. Jika Anda melebihi batas pengecualian, Anda akan dikenakan pajak tiga kali lipat: 10% bea masuk, 10% pajak penjualan, dan 10% cukai. Anda hanya perlu mendeklarasikan uang tunai atau instrumen yang dapat dinegosiasikan (seperti cek, dll.)
jika nilai totalnya melebihi USD10.000. Hal ini berlaku untuk semua orang, baik warga negara Malaysia maupun orang asing.
Ambang batasnya adalah setara dengan USD10.000. Sebagai contoh, membawa RM 25.
000 tidak masalah. Namun, jika jumlah Anda melebihi ambang batas USD10.000, misalnya, RM50.
000, Anda harus melaporkannya pada Formulir Bea dan Cukai 7. Apa yang sebenarnya gratis? Anda mendapatkan tunjangan khusus yang tidak dihitung dalam batas RM1.
000 tersebut: 1 liter alkohol 3 potong pakaian baru 1 pasang alas kaki baru Item makanan hingga RM150 Mengapa aturan ini ada Mungkin terasa ketat, terutama jika Anda baru saja membeli tas tangan yang bagus untuk diri sendiri atau banyak buku yang baru saja dirilis, tetapi aturan ini dirancang untuk mencegah “pedagang koper”, yaitu orang yang membeli barang di luar negeri untuk dijual kembali di Malaysia tanpa membayar pajak. Sayangnya, jika Anda membawa pulang banyak barang baru yang mahal, akan sulit bagi Bea Cukai untuk membedakan mana yang merupakan suvenir pribadi dan mana yang merupakan barang komersial. Gambar via New Straits Times Cara menghindari masalah di bandara Jangan menimbun kotak: Jika Anda membeli jam tangan atau sepatu baru, pakailah.
Menyimpannya di dalam kotak akan membuatnya terlihat seperti barang impor baru. Jika Anda membeli jam tangan atau sepatu baru, pakailah. Menjaga agar tetap tersegel di dalam kotak tersebut membuatnya terlihat seperti barang impor baru.
Kenali “Bendera Merah”: Bea Cukai mencari kotak yang disegel, kelipatan dari barang yang sama, dan kemasan merek mewah. Jika Anda membawa 10 iPhone baru “untuk keluarga Anda”, Bea Cukai menganggapnya sebagai impor komersial dan akan mengenakan pajak kepada Anda. Bea Cukai akan mencari kotak bersegel, beberapa barang yang sama, dan kemasan merek mewah.
Jika Anda membawa 10 iPhone baru “untuk keluarga Anda”, Bea Cukai menganggapnya sebagai impor komersial dan akan mengenakan pajak kepada Anda. Tanda terima: Selalu simpan tanda terima untuk barang-barang mahal. Selalu simpan tanda terima untuk barang-barang mahal.
Jika ragu, laporkan: Baik itu barang bernilai tinggi maupun uang tunai dalam jumlah besar, melaporkannya di Jalur Merah selalu lebih aman daripada mengambil risiko penyitaan. Jika barangnya mahal, simpanlah buktinya. Ini adalah perbedaan antara berjalan di Jalur Hijau dengan bebas atau membayar ratusan ringgit untuk pajak yang tidak perlu.